Ini bukan tentang apa yang menjadi kesakitan ataupun pengeluhan.
tapi kalian semua tahu bahwa untuk segala sesuatu hanya waktu yang mampu untuk mengembalikan segalanya.
1 tahun waktu yang hampir selesai ini semoga menjadi suatu pembelajaran berharga bahwa setiap kejadian memiliki arti dan maknanya sendiri, bahwa Tuhan mampu, bahwa Tuhan sanggup.
waktu rehat mencapai finis akhir tahun memikirkan kembali 1 tahun penuh ketika mulai melangkah banyak kejadian menguras air mata kesenangan kebersamaan kesendirian semua terasa nyata di benak.
saat ini.... beban seakan terlepas di garis akhir finish tahun ini... beberapa jam akhir ini mampukan diri mempersiapkan segala sesuatu yang terbaik untuk tahun yang akan datang, siap dgn perjalanan yang baru harapan dan keyakinan yang baru.
Minggu, 31 Desember 2017
end17
Jumat, 15 Desember 2017
Angan
Harapan itu, hanya bisa berharap masih tetap sama. Hati seakan berbisik untuk tetap tinggal, rumah sudah tak berpenghuni lagi, hanya tersisa kenangan, serpihan cinta dan sayang.
Kenyamanan itu berubah jadi kehampaan, terang itu sudah gelap, ramah penuh canda berubah menjadi kesepian yang menyelimuti, akhirnya hanya aku yang masih di sini.
Aku akan tetap tinggal di zini, entah sampai kapan, yang aku tahu,hati ini sudah terlalu nyaman dalam rumah.
Aku hanya dengan sebuah cahaya kecil yang sudah hampir redup. Aku terlalu bersinar, tapi yang bersama ku sudah redup.
Mencoba sebisa mungkin tegar, hati seakan terus terikat, rasa sayang seolah terasa masih nyata.
Kaki sudah mulai melangkah pergi, tetapi hati..aku tinggalkan di sini, terzimpan bersama cahaya itu....
Kunci dan harapan aku tinggalkan.
Tetapi rasa, aku bawa sedikit pergi, sebagai penawar rasa ketika aku mulai merondukan pulang ke rumah yang sudah kosong.
Jumat, 08 Desember 2017
A f t e r n o n
. . .
Saat senja. . Itu indah...
Saat pagi, matahari memutuskan untuk kembali hadirpun itu indah.
Lalu ?
Apakabar siang?.
Terik. . Panas, hujan, mendung..
Langit bIru terang di hiasai awan putih atau langit hitam di selimuti pekat.a awan hitam.
. . Melupakan Hari?
Melupakan siang?
Melupakan tapak jejak? Atau melUpakan harapan?
Siang iTu, peneNgah. . Siang itu waktu istirahat sebenarnya untuk hati, tapi? Siang jga bIsa menjadi bOomerang Bagi hati kala kesendirian dan kesepian iTu melanda.
Matahari menjanjikan tawa. . Lalu mendung?